Bulukumba, – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bulukumba menghadapi tantangan serius di tengah maraknya pasar modern yang kian menggeser keberadaan mereka.
Fasilitas lengkap, harga yang menarik, dan promosi besar-besaran dari pasar modern membuat UMKM kesulitan bersaing. Akibatnya, banyak usaha kecil lokal yang mengalami penurunan omzet hingga ancaman gulung tikar.
Pelaku UMKM di sekitar lokasi pasar modern mengaku omzet mereka menurun drastis. “Sejak pasar modern dibuka dekat dengan kios kami, omzet turun tajam. Banyak teman saya sampai harus menutup usaha karena barangnya tak laku dan menumpuk,” ujar seorang pedagang.
Meskipun pemerintah daerah telah meluncurkan beberapa program untuk mendukung UMKM, para pelaku usaha lokal menilai upaya tersebut masih kurang efektif. Mereka mendesak pemerintah untuk lebih serius dalam mengatur keberadaan pasar modern, termasuk membatasi jumlahnya, agar UMKM dapat bersaing secara lebih adil.
“Jika dibiarkan, bukan tak mungkin UMKM di Bulukumba akan punah. Padahal, mereka adalah tulang punggung ekonomi daerah, menyediakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal,” tambah seorang pelaku usaha lainnya.
Diharapkan pemerintah daerah segera mengambil tindakan konkret, baik melalui regulasi ketat maupun dukungan fasilitas yang mampu meningkatkan daya saing UMKM. Sementara itu, para pelaku UMKM diimbau untuk terus berinovasi agar mampu mempertahankan pangsa pasar mereka di tengah persaingan yang semakin ketat.”Tegasnya.
(Arhul)







